• Phone: 085215646958
  • training@imz.or.id
Stay Connected:
Article

Pemuda dan Kebangkitan Zakat

Satu dekade sudah IMZ mendedikasikan segenap daya dan upaya dengan bergerak dalam riset, advokasi, peningkatan kapasitas yang fokus kepada pada pengembangan zakat dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu program yang terus dikembangkan IMZ ialah Amil Development Program (ADP), sebagai media yang dipercaya mampu meningkatkan asselerasi pengelolaan zakat di tanah air. Sejak digulirkan lima tahun silam, ADP

News

Berlakukan Zakat Pengurang Pajak

SOLO – Indonesia diharapkan segera memberlakukan kebijakan zakat sebagai pengurang pajak. Dalam urusan ini, Singapura melangkah lebih maju. Menurut Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Didin Hafiduddin, mereka telah lama menerapkan konsep tersebut. Bahkan, sistem pembayaran pajak dan zakat sudah terhubung secara terpadu. “Indonesia belum sampai ke sana, tapi akan menerapkan pola itu apabila

News

Zakat untuk Pendidikan

Banyak siswa putus sekolah dan tak berijazah karena tak memiliki biaya. JAKARTA – Lembaga amil zakat terus bergerak mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah dengan beragam program. Salah satunya di bidang pendidikan. Al-Azhar Peduli Umat, misalnya, mengusung program ‘Beasiswa 3G, Bantu Bangku Kosong’. Sedangkan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) dengan program ‘Aku Mau Pintar’. Direktur

News

Wakaf Dorong Keuangan Syariah

Potensi wakaf bisa dikembangkan lewat sukuk. JAKARTA – Potensi wakaf di Indonesia cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbilang belum optimal. Dalam pengelolaannya, wakaf pun ter-nyata bisa menjadi produktif ekonomis. Salah satu cara memaksimalkan potensi tersebut adalah dengan mengembangkannya melalui sukuk. Menurut pengamat ekonomi syariah, Muhammad Shbdiq, jika aset wakaf dikembangkan menjadi underlying asset bagi penerbitan

Clipping

Berdayakan Umat Lewat Masjid

Republika, Senin 08 Maret 2010, Halaman 12 Rasulullah mengajarkan agar masjid menjadi pusat pemberdayaan umat. Pemberdayaan umat kini sudah semestinya dilakukan dengan cara dari bawah ke atas atau bottom up. Ini merupakan pemberdayaan yang dilakukan atas dasar kesadaran yang tumbuh di dalam masyarakat sendiri.

Clipping

Bappenas Akui Target Angka Kemiskinan Meleset

JAKARTA – Koran Tempo, Kamis 25 Februari 2010, halaman 16 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional me- ngatakan target angka kemis- kinan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009 meleset. “Karena target itu too optimistic,” kata Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Imron Bulkin saat berkunjung ke redaksi Tempo di Jalan Proklamasi, Jakarta, kemarin.

Clipping

Anggaran Kemiskinan Dijanjikan Naik

Republika, Kamis 11 MAret 2010, halaman halaman 5 JAKARTA – Pemerintah menjanjikan kenaikan anggaran sekitar 10 sampai 15 persen per tahun untuk program pemberantasan kemiskinan yang bersifat khusus (targetted). Dukungan anggaran negara untuk pengentasan yang bersifat khusus pada tahun 2010 berjumlah Rp 55 triliun.

Clipping

Anak Terlantar Terus Bertambah

Republika, Senin, 15 Maret 2010, halaman 6 JAKARTA–Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menyatakan, anak terlantar di Indonesia yang usianya dibawah 18 tahun terus bertambah dan kini jumlahnya telah mencapai 5,4 juta.

Clipping

Alternatif Dana CSR

Republika, Kamis 15 April 2010 Ketika dua janda perintis kemerdekaan Soetarti Soekarno dan mini Kuseini harus berurusan dengan hukum karena dianggap menyerobot lahan dan rumah Perum Pegadaian, tiba-tiba ada yang teringat akan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. R Soekarno, suami Soetarti, dan Ahmad Kuseini, suami Rusmini, adalah mantan Tentara Pelajar Indonesia yang dianugerahi pahlawan

News

Kualitas LAZ Ditingkatkan

JAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas lembaga amil zakat (LAZ) terus dilakukan. Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Republika (DDR), Ahmad Juwaini, mengatakan, Amil Development Program (ADP) menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk meningkatkan profesionalitas LAZ. Menurut Juwaini, program ini merupakan pelatihan keahlian dalam pengumpulan dan pengelolaan zakat. ”Mereka kelak akan siap bekerja secara profesional,