Sahabat punya masalah? stress? bingung solusinya bagaimana? IMZ bekerjasama dengan DDHK menyelenggarakan Konsultasi Online bersama para Psikolog Profesional. Daftar untuk buat janji silahkan hubungi: (Riki – IMZ +6282310165343)
Sahabat punya masalah? stress? bingung solusinya bagaimana? IMZ bekerjasama dengan DDHK menyelenggarakan Konsultasi Online bersama para Psikolog Profesional. Daftar untuk buat janji silahkan hubungi: (Riki – IMZ +6282310165343)
Menghadapi resesi ekonomi, inovasi dalam program, layanan, dan komunikasi menjadi kunci agar dapat bertahan. Pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas berpindah ke bentuk video conference. Agar video conference bisa dilakukan secara profesional dan hasilnya berkuaitas, pengelolanya perlu menguasai manajemen video conference yang profesional. Bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga mengemas kegiatan video conference menjadi menarik
Gelombang pertama Covid-19 di Indonesia masih belum melandai. Klaster baru dan angka statistika cukup tinggi terjadi di beberapa daerah. Situasi ini sangat berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk keberlanjutan program-program pemberdayaan masyarakat. Banyak program pemberdayaan yang berhenti atau ditunda karena pandemi Covid-19. Apa yang dapat dilakukan lembaga filantropi agar program pemberdayaannya dapat terus berjalan di
Saat masuk ke digital fundraising, banyak lembaga yang terjebak dalam aspek teknis semata, terutama memilih platform. Padahal keberhasilan digital fundraising bukan hanya terletak pada kesiapan alat atau teknologi, tetapi juga pada kesiapan kultur atau budaya. Shifting digital fundraising perlu adanya pembangunan kultur digital. Ada tiga hal pembangunan kultur yang perlu diperhatikan di era pandemi ini,