• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 4 Agustus 2011

Sungguh luar biasa manfaat zakat. Karena zakat bisa membersihkan diri yang mengeluarkannya. Sedangkan bagi yang menerima, tentunya zakat bisa meringankan tanggungan ekonominya. Bahkan riset terbaru mencatat, zakat bisa mengurangi 24,2 persen jumlah keluarga miskin. “Dalam riset terbaru IMZ tahun 2011, kinerja pengelolaan zakat yang dilakukan oleh organisasi pengelola zakat (OPZ) di Indonesia dapat mengurangi jumlah keluarga miskin sebesar 24,2 persen,” kata Direktur Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ) Nana Mintarti dalam acara IMZ Award 2011, Rabu (3/8/2011) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Tak hanya itu, zakat juga mampu menekan tingkat keparahan kemiskinan hingga 24,94 persen. “Ini menjadi salah satu bukti bahwa zakat bagi pengentasan kemiskinan tidak lagi sekadar slogan religius, tapi telah terbukti secara empirik,” sambung Nana. Dalam acara itu, dia menuturkan IMZ Award merupakan upaya untuk peningkatan kualitas dan daya saing dari organisasi pengelola zakat. Perhelatan ini merupakan ikhtiar IMZ dalam membangun semangat kompetitif, mendorong peningkatan kompetensi, dan menuju sinergi OPZ dunia. “Karena zakat sedang di fase penting. Kisah prestatif atas kinerja yang cespleng senantiasa ditunggu banyak pihak,” jelas Nana. Penghargaan ini, lanjut Nana, adalah sebuah langkah penyadaran bagi penggiat zakat di Indonesia, sudah di titik manakah ia berada dan sudah layakkah bersinergi dengan masyarakat zakat Internasional. Melalui kiprah OPZ berkualifikasi internasional, citra bangsa Indonesia akan ikut cemerlang, menepis kelam yang terlanjur ditoreh sebagian anak bangsa sendiri. Ada 13 kategori penghargaan yang diberikan, antara lain Indonesian Zakat Development Figure yang diterima oleh Walikota Padang, Fauzi Bahar. Dompet Dhuafa dinobatkan sebagai The Biggest Zakat Collection 2010, Bank Permata Syariah sebagai The Best Bank in Zakat Payment Services, sedangkan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) meraih The Best in Transparency Management. Penghargaan Lifetime Achivement diberikan kepada almarhumah Yoyoh Yusroh, politisi PKS. Dewan juri dalam acara ini adalah para tokoh nasional yang berkompetensi dalam bidang kedermawanan sosial, seperti Mustafa Edwin Nasution, Mulya E Siregar, Sofyan Safrie Harahap, Yudhi Latif dan Anif Punto Utomo.

Sumber : detikRamadan

]]>