• Phone: 085215646958
  • training@imz.or.id
Stay Connected:

Jakarta, Skalainfo.net| Pengelolaan masjid di era modern kini dituntut untuk lebih profesional dan berdampak nyata bagi kehidupan sosial. Menjawab tantangan tersebut, Dewan Dakwah Risalah (DDR) bersama IMZ sukses membedah enam pilar strategis dalam pelatihan “Manajemen Masjid Profesional” yang berlangsung secara live zoom meeting, pada 14-16 Februari 2026 kemarin.

Pelatihan daring ini diikuti dengan antusias oleh para takmir yang mewakili 39 masjid dan mushalla dari berbagai penjuru. Sebaran peserta mencakup wilayah Sulit Air (Kab. Solok) sebagai basis utama, hingga meluas ke kota dan kabupaten lainnya seperti Pekanbaru, Bengkalis, Lubuklinggau, Palembang, Banyuasin, Curup (Rejang Lebong), Argamakmur, Bengkulu, Lampung Selatan, Jakarta, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bogor, Bandung, Semarang, Sleman, hingga Bantul.

Berikut adalah enam materi kunci yang dipaparkan oleh para praktisi dari masjid-masjid percontohan nasional:

1. Manajemen Layanan Jemaah serta Kegiatan Keagamaan & Sosial.
Dipandu oleh Ust. Taufiq Hidayat (Ketua DKM Daaruttauhiid), sesi ini menekankan bahwa masjid harus hadir sebagai solusi bagi persoalan jemaah. Strategi layanan yang ramah dan program sosial yang tepat sasaran menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan antara masjid dan umatnya.

2. Manajemen Keamanan dan Keselamatan.
Masih bersama Ust. Taufiq Hidayat, materi ini menyoroti aspek yang sering terlupakan: rasa aman jemaah. Standar prosedur keamanan lingkungan dan mitigasi risiko menjadi fondasi penting agar setiap ibadah dapat berjalan dengan khusyuk.

3. Manajemen Teknologi Informasi (IT).
Ust. Khoerul Umam, S.T (CEO emasjid.id) membedah pentingnya digitalisasi. Dengan sistem IT yang tepat, masjid dapat meningkatkan transparansi pelaporan keuangan dan memperluas jangkauan dakwah melalui kanal digital yang lebih efisien.

4. Manajemen Inovasi dan Pengembangan Unit Usaha.
Untuk mewujudkan masjid yang mandiri secara finansial, Ust. Prastowo M. Wibowo (Ketua Umum Yayasan MRBJ) berbagi rahasia pengembangan unit usaha agar masjid mampu membiayai program dakwahnya tanpa terus-menerus bergantung pada donasi jemaah.

5. Manajemen Keuangan Masjid.
Ust. Muhammad Dimas Fibran (Bendahara 1 Takmir Masjid Jogokariyan) memaparkan pola pengelolaan keuangan yang revolusioner. Mengambil inspirasi dari Masjid Jogokariyan, beliau menjelaskan cara mengelola arus kas yang transparan agar setiap rupiah langsung dirasakan manfaatnya oleh umat.

6. Manajemen SDM dan Harmonisasi Organisasi.
Sebagai penutup, Ust. M. Rosyidi (Anggota Biro Manajemen Masjid Jogokariyan) memberikan penguatan pada struktur internal takmir. Soliditas tim dan pembagian tugas yang jelas (job description) menjadi syarat mutlak agar organisasi masjid berjalan berkelanjutan.

Hadirnya para narasumber ini memberikan bukti nyata bahwa masjid yang dikelola secara profesional mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan bagi lingkungan di sekitarnya.

Tentang Dewan Da’wah Risalah Islamiyyah (DDR) dan IMZ Consulting:
Dewan Da’wah Risalah Islamiyyah (DDR) lahir dari inisiatif tokoh masyarakat untuk memperkuat dakwah dan pendidikan agama di wilayah Sulit Air. Bermula dari pengajian lokal, DDR kini bertransformasi menjadi wadah koordinasi program keagamaan, pendidikan, serta kegiatan sosial yang moderat dan kontributif terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan misi ini, DDR bersinergi dengan IMZ Consulting, sebuah social enterprise yang telah berdiri sejak akhir 1999. IMZ fokus pada pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai spiritual melalui 6 bidang akademi strategis. Kerja sama ini memadukan akar dakwah DDR yang kuat dengan kepakaran manajerial IMZ untuk melahirkan pengelolaan masjid yang profesional dan berwawasan masa depan.

 

Add Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

First Name*
Subject*
Email*
Your Comments