• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

JAKARTA, Kebocoran reaktor nuklir Fukushima akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang memicu kecemasan dunia internasional akan bencana radiasi nuklir. Kekhawatiran ini mengingatkan kita pada beberapa bencana yang terjadi di Indonesia yang disebabkan karena kegagalan fungsi teknologi. Berdasarkan UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, kegagalan teknologi itu sendiri termasuk dalam kategori bencana non-alam. Hal ini diungkapkan dalam Diskusi Publik “Bencana Kegagalan Teknologi” yang diadakan Dompet Dhuafa di Jakarta, Kamis (17/3). “Saya melihat penanganan bencana di Indonesia masih belum serius dilakukan,” ujar Deputi Direktur WALHI Ali Akbar, salah seorang pembicara. “Maka itu, kewaspadaan dan penanganan yang lebih serius harus terus digenjot demi meminimalisir terjadinya bencana akibat kegagalan teknologi,” tambah Ali Akbar. “Ancaman dari bencana kegagalan teknologi ini pun akan menjadi semakin besar jika kita tidak waspada,” ujar Resource Director Dompet Dhuafa M. Arifin Purwakananta. Arifin menambahkan ke depan pemerintah dan instansi terkait harus membuat semacam peta kerawanan bencana teknologi, demi penanggulangan bencana yang lebih baik. Diskusi yang diadakan di Bakoel Café, Cikini, Jakarta ini dihadiri oleh aktivis pemerhati lingkungan, relawan bencana, dan jurnalis.

Sumber : dompetdhuafa.org

]]>