• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 4 April 2011

Wakil Presiden Sudan Ali Osman Mohamed Taha, Senin lalu (28 Maret 2011) mengatakan, hubungan kehormatan dan strategis negaranya dengan Mesir akan menjadi modal yang baik bagi terjalinnya sebuah hubungan regional. Selama kunjungan tersebut, pemerintah Sudan dan Mesir menandatangani sembilan perjanjian dan nota kesepahaman (MoU), termasuk perjanjian kerjasama antara Asuransi Dana Sosial Mesir dengan Kamar Zakat (Sedekah) dan Pembangunan Sudan, serta sebuah perjanjian program kerjasama antara Universitas Kairo dengan Menteri Pendidikan Tinggi Sudan sebagai tanda diizinkannya Universitas Kairo membuka cabang di Khartoum. Taha, dalam konferensi pers bersama Caretaker Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf, menegaskan kembali komitmen Sudan untuk meningkatkan hubungan dengan Mesir dalam kerangka kerja strategis dan saling mengakomodasi kepentingan kedua negara.

Dia menyebutkan bahwa kunjungan Sharaf ke Khartoum sebagai “Penegasan langkah-langkah penguatan hubungan bersejarah yang sangat mengakar antara kedua negara,” dan menyambut baik perubahan politik dan kepemimpinan baru di Mesir.

Wakil Presiden Sudan menggarisbawahi pentingnya menindaklanjuti pencapaian-pencapaian dari kunjungan tersebut, termasuk penandatanganan sejumlah kesepakatan di bidang pembangunan, perdagangan dan ekonomi. Sharaf sendiri berjanji untuk berlaku transparan dan jujur dalam membahas semua isu bilateral.

Di hari yang sama, Caretaker Perdana Menteri Mesir tersebut beserta delegasi yang menyertainya kemudian menyelesaikan kunjungannya di Sudan Utara dan melanjutkan ke Sudan Selatan untuk berbicara dengan para pejabat daerah di sana, yang akan secara resmi dinyatakan terpisah dari Sudan pada tanggal 9 Juli 2011.

Kedua belah pihak juga membatalkan dua nota kesepahaman di bidang reformasi administrasi dan pertukaran informasi perbankan dan data lainnya.

Sumber : Xinhua

Terjemah : Ari Maulana

]]>