• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 1 April 2011

Krisis multidimensi yang melanda Bangsa Indonesia sampai saat ini, tidak henti-hentinya menimbulkan problematika kehidupan, seperti meningkatnya jumlah kaum fakir miskin, angka pengangguran yang masih tinggi, pergeseran nilai akidah, serta melemahnya kepeduliaan terhadap sesama. Fenomena sosial seperti ini semestinya menjadi pemikiran dan agenda penting para pemimpin dan seluruh bangsa, bersama-sama mencari solusi dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berkontribusi terhadap persoalan-persoalan itu. LPM DompetDhuafa memfokuskan diri pada pelayanan pada masalah-masalah kemiskinan dan pemberdayaan. LPM berorientasi melayani mustahik sepenuh hati sebagai bentuk implementasi pemanfaatan dana zakat. Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa juga memosisikan diri sebagai ujung tombak layanan mustahik yang sehari-hari menjadi koridor utama pelayanan berbagai keluhan masyarakat dan memberikan bantuan langsung sesuai kondisi mustahik. Meskipun berkantor pusat mandiri di wilayah Ciputat, Banten, bukan berarti kiprah LPM hanya terbatas di Jakarta, Banten, dan sekitarnya. Sebaran aktivitas LPM telah menjangkau 21 provinsi di Indonesia dengan keterlibatan penuh dalam penyelenggaraan aneka bantuan langsung kepada mustahik (beneficiaries) yang dikenal dalam khazanah zakat sebagai 8 asnaf (delapan golongan penerima zakat). LPM melayani lebih dari 100 orang setiap hari, yang datang untuk menerima langsung bantuan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi, khususnya menyangkut persoalan ekonomi. Bantuan untuk anak yatim, para musafir, biaya pendidikan, bantuan kesehatan, jejak-jejak konflik, dan kemiskinan, semua tertumpah ruah di gerai layanan mustahik ini.

Namun bukan hanya itu layanan yang diberikan oleh kelompok jejaring mandiri ini. LPM mengemban tugas pelayanan umat yang dilabeli dengan nama program Lamusta (Layanan Mustahik)–santunan reguler melalui outlet maupun kunjungan ke lokasi mustahik. Ada lagi Rumah Sahabat Anak dan Program Bersih itu Sehat yang menjadi bagian dari upaya peduli kebersihan lingkungan kota, bantuan kebencanaan langsung di daerah bencana, dan program Bimbingan Ruhani untuk Pasien (BRP) untuk aktivitas dakwah dan kesehatan ruhani bagi orang-orang yang sakit. Lembaga yang punya motto “Merajut Empati Tiada Henti” ini berikhtiar berbagi empati dan peduli bagi masyarakat dhuafa. Cita-cita jangka panjangnya adalah mendidik mustahik agar kelak bisa menjadi muzaki. -Impian ini takkan wujud tanpa kontribusi kita semua melalui harta, tenaga, pikiran dan waktu. Digerakkan oleh sekitar 30 orang SDM, LPM sampai saat ini telah melayani sekitar 11.653 orang penerima manfaat, 200 KK, 39 yayasan, 4 Lembaga Pemasyarakatan dan 3 komunitas. Tahun 2011, lembaga ini mengalokasikan dana layanan tak kurang dari Rp 3 miliar.

Sumber : koranmuslim.com

]]>