• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Cak Ali dan 5 Juta yang Berkembang

Enam jam perjalanan darat dari Balikpapan menuju Bontang terasa cukup melelahkan. Namun eksotisme sungai Mahakam yang kami saksikan saat tiba di Samarinda, seakan memberi energi bagi kami untuk terjaga sepanjang perjalanan.

Sungai yang lebarnya bisa mencapai 700 meter tersebut, menyajikan pemandangan yang tidak biasa bagi kami orang Jakarta. Kapal-kapal besar juga pengangkut batubara dapat melaluinya dengan leluasa.

Kota Bontang mungkin tidak seramai dan sehidup Samarinda, karena di Samarinda kami bertemu dengan kemacetan seperti yang biasa kami temui di Jakarta. Tapi di Bontang inilah kami disajikan bukti-bukti keberhasilan program pemberdayaan masyarakat, dari dana ZIS (zakat, infak dan sedekah). Adalah Ali Mustafa, salah satu pengurus Depag yang menjelaskan bahwa cukup banyak mustahik (yang berhak menerima) zakat yang dibantu melalui program pemberdayaan masyarakat tersebut. “Hanya sekitar 30 persen yang kurang berhasil Pak, sisanya alhamdulillah sukses,” jelas Ali Mustafa.

Salah satu contoh sukses yang kami kunjungi di ‘kota para pendatang’ tersebut (asal kata Bontang menurut cerita turun-temurun adalah dari akronim Belanda ‘bond’ yang berarti ikatan dan ‘tang’ dari kata pendatang) adalah rumah makan seafood yang cukup terkenal di Bontang, Rumah Makan Surabaya II: Ikan Bakar Cak Ali. “Yang punya rumah makan ini Pak, perantau dari Jatim. Dulunya dia tidak punya apa-apa kemudian diberi modal dari ZIS oleh Baitul Maal Pupuk Kaltim untuk usaha ikan bakar. Dari 5 juta, 10 juta, sampai sekarang jadi sebesar ini Pak,” kata Ali Mustafa penuh semangat, sambil mengajak kami mengunjungi rumah makan yang berada di Jl. MT Haryono tersebut. Keberhasilan itulah yang membuat BAZ Kota Bontang menghadirkan fasilitator dari IMZ (Indonesia Magnificence of Zakat), sebuah lembaga pelatihan dan konsultasi manajemen zakat serta pemberdayaan masyarakat, untuk memberikan sosialisasi tentang besarnya potensi zakat profesi bagi pemberdayaan masyarakat miskin pada tanggal 26 Januari 2011.

“Penduduk Bontang ini sekitar 160.000 Pak, sedang jumlah PNS sekitar 3.000 orang. Saat ini dana ZIS yang dikelola BAZ Kota Bontang baru dari PNS saja,” Ketua BAZ Kota Bontang, Abdul Kadir Tappa menambahkan apa yang telah disampaikan Ali Mustafa. Hitungan sederhana dari data tersebut, seandainya 80% dari penduduk kota penghasil pupuk, gas alam cair (LNG) dan batubara itu adalah muslim dan 70% dari muslim tersebut adalah muzakki (yang wajib mengeluarkan) zakat, maka bila setiap muzakki per bulannya membayarkan zakat Rp 50.000, potensi zakat kota Bontang adalah Rp 4.480.000.000. Potensi yang luar biasa.

Dana sebesar itu tentunya harus dioptimalisasikan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat yang beragam dan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat miskin. “Karena itulah nantinya kami akan bermitra dengan IMZ untuk menyusun program tersebut, sekaligus membantu pendampingannya,” kata Ali Mustafa. Dengan program yang kreatif, nantinya diharapkan dapat lahir lebih banyak lagi ‘Cak Ali’ di kota Bontang, orang-orang yang terbantu untuk bangkit dari jeratan kemiskinan.

Sumber : Kompasiana

]]>