• Phone: 085215646958
  • training@imz.or.id
Stay Connected:

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pengelolaan masjid dituntut untuk bertransformasi dari sekadar tempat ibadah ritual menjadi pusat peradaban yang profesional. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Risalah (DDR), Prof. Muhammad Akhyar Adnan, MBA., Ph.D., Ak., CA, saat memberikan sambutan kunci pada hari kedua Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) Profesional pada hari Minggu, (15/2/2026) kemarin, secara live zoom meetng.

Dalam paparannya, Prof. Akhyar menekankan bahwa manajemen bukanlah konsep asing yang datang dari Barat. Menurutnya, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar-dasar manajemen sejak masa awal Islam. Tantangan bagi takmir masjid saat ini adalah menyatukan visi dan standar pengelolaan agar masjid-masjid di Indonesia memiliki akselerasi kemajuan yang sama.

“Kita ingin ada persamaan pandangan dan perlakuan sehingga masjid-masjid yang kita kelola bisa maju pesat. Kemajuan tidak mungkin datang dengan sendirinya; ia harus diusahakan dan dicapai melalui perjuangan yang terukur,” ujar Prof. Akhyar di hadapan para peserta yang mewakili 39 masjid dan mushalla dari berbagai penjuru daerah.

Landasan Spiritual Perencanaan dan Evaluasi;
Mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18, Prof. Akhyar membedah kaitan erat antara iman dan manajemen. Ayat tersebut memerintahkan setiap mukmin untuk memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk “hari esok”. Dalam konteks kemasjidan, hal ini berarti setiap takmir wajib memiliki sistem perencanaan yang matang serta evaluasi yang transparan terhadap program-program yang telah berjalan.
Ia mengingatkan bahwa manajemen adalah jembatan untuk memastikan maslahat dunia dan akhirat berjalan beriringan. Dengan manajemen yang rapi, masjid bukan hanya menjadi tempat yang nyaman untuk sujud, tetapi juga menjadi lembaga yang akuntabel dan kredibel di mata umat.

Studi Banding dan Jejaring Antar Takmir;
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah ajakan untuk melakukan benchmarking atau studi banding kepada masjid-masjid rujukan yang telah sukses, seperti Masjid Jogokariyan di Yogyakarta dan Daarut Tauhiid di Bandung. Prof. Akhyar menilai, tidak ada salahnya belajar dari mereka yang sudah lebih dahulu mapan secara sistem.
Lebih jauh, ia mencetuskan penguatan kolaborasi antar-pengelola masjid tanpa sekat geografis. Beliau mengungkapkan bahwa panitia telah menjalin komunikasi dan mengajak jejaring masjid di Sydney, Australia untuk bergabung. Meski antusiasme dari rekan-rekan di Sydney sangat besar, namun karena adanya agenda kegiatan lokal yang bersamaan, mereka belum dapat berpartisipasi pada sesi kali ini.
“Saya berharap ini menjadi awal terbentuknya networking antar-takmir untuk saling mengisi, mengundang, dan berkolaborasi secara luas,” tambah Prof. Akhyar.

Langkah Nyata DDR untuk Umat;
Meskipun DDR merupakan lembaga yang secara organisasi terus bertumbuh, Prof. Akhyar menegaskan komitmennya untuk memberikan dampak sebesar-besarnya bagi kemaslahatan manusia.
Pelatihan yang menggandeng IMZ sebagai mitra strategis ini merupakan langkah konkret untuk membekali takmir dengan enam materi kunci, termasuk adaptasi teknologi informasi (IT).
Menutup arahannya, Prof. Akhyar mengajak seluruh narasumber dan peserta untuk memanfaatkan ruang diskusi secara maksimal. Harapannya, seluruh ilmu yang didapatkan tidak hanya berhenti sebagai teori, tetapi segera diadopsi dan diimplementasikan secara empiris di masjid masing-masing demi terciptanya pusat peradaban Islam yang unggul.

Tentang Dewan Da’wah Risalah Islamiyyah (DDR) dan IMZ Consulting:
Dewan Da’wah Risalah Islamiyyah (DDR) lahir dari inisiatif tokoh masyarakat untuk memperkuat dakwah dan pendidikan agama di wilayah Sulit Air. Bermula dari pengajian lokal, DDR kini bertransformasi menjadi wadah koordinasi program keagamaan, pendidikan, serta kegiatan sosial yang moderat dan kontributif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam menjalankan misi ini, DDR bersinergi dengan IMZ Consulting, sebuah social enterprise yang telah berdiri sejak akhir 1999. IMZ fokus pada pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai spiritual melalui 6 bidang akademi strategis, mulai dari Leadership, ZISWAF, hingga Islamic Social Finance. Kerja sama ini memadukan akar dakwah DDR yang kuat dengan kepakaran manajerial IMZ untuk melahirkan pengelolaan masjid yang profesional dan berwawasan masa depan.

Add Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

First Name*
Subject*
Email*
Your Comments