• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Badan Amal Zakat (BAZ) Kutai Timur (kutim), tahun  lalu mentargetkan mampu menerima Zakat sebesar Rp 5 miliar. Namun, target tersebut tampaknya belum mampu dicapai karena program yang direncanakan belum terealisasi seluruhnya. Demikian diakui Ketua BAZ Kutim Idrus Yunus, beberapa hari lalu.

“Tahun lalu kami mentargetkan akan menerima zakat senilai Rp 5 miliar. Tapi sampai akhir tahun, baru terdata sekitar 60 persen. Karena semua data belum terkumpul, maka kami belum dapat menyebut persentasi pastinya berapa yang akan tercapai, tapi kami yakin mungkin nantinya bias diatas Sembilan puluh persen” katanya. Diakui, potensi zakat di Kutim sebenarnya cukup banyak. Hanya saja, belum tergarap semuanya. Bahkan pihaknya memperkirakan kalau semua terkumpul melalui BAZ maka bisa mencapai angka Rp 10 miliar.

“Kalau semua perusahan ikut, maka potensinya bisa mencapai  sepuluh miliar rupiah. Tapi karena perusahan yang kami program sebagai penyumbang  terbesar masih banyak yang belum ikut, makanya belum mencapai target,” katanya. Karena masih banyak potensi yang akan digarap tahun ini, Idrus Yunus bahkan berani mentargetkan capaian Rp 10 miliar. Meskipun tahun lalu tidak tercapai sesuai target, namun target tahun ini tetap dinaikkan.

“Tahun lalu memang belum maksimal karena kami masih baru. Kalau tahun ini kan sosialisasi sudah mulai berjalan termasuk di perusahan-perusahan, karena itu kami yakin akan tercapai. Apalagi, kami berharap tahun ini keikutsertaan perusahan juga sudah mulai bertambah jadi kami yakin nantinya akan tercapai,” katanya. Diakui, tahun lalu yang mendominasi perolehan zakat masih PNS. “Kami berhasil menarik zakat PNS karena sosialisasai  dari kantor ke kantor dilakukan dengan efektif. Selain itu, PNS secara struktural menyadari pentingnya zakat, karena itu mereka juga secara organisasai mengumpulakn zakat dengan baik,” katanya.

Menurut Idrus, karena potensi zakat cukup tinggi di Kutim dan dengan tinginya kesadaran  masyarakat untuk ikut program ini maka ini akan menjadi potensi yang sangat besar bagi pengentasan kemiskinan  termasuk pengentasan buta huruf. “Dengan potensi zakat yang besar. Maka BAZ Kutim memprogramkan  ikut  dalam pengentasan kemiskinan dan buta huruf di daerah Kutim. Bahkan kami ingin berkiprah untuk pengentasan kemiskinan di luar daerah Kutim, termasuk melakukan bedah rumah bagi warga tidak mampu,” katanya. (jn/agi)

Sumber: Samarinda Pos Online]]>