• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 16 Mei 2011

Oleh Indah Wulandari Selain dituntut profesional dalam mengumpulkan dan mendayagunakan zakat, lembaga amil zakat, khususnya binaan IMZ, diharapkan juga berkemampuan dalam ikut mengatasi bencana alam yang terjadi di Indonesia. Belum lama ini, Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) membekali mereka dengan keterampilan tersebut melalui sebuah pelatihan. Sejumlah narasumber yang terdiri atas akademisi dan praktisi yang mendalami manajemen bencana menularkan pengetahuannya kepada para peserta pelatihan yang bertempat di gedung University Club Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Juru bicara IMZ, Salman Al-Farisi, menyatakan, bencana kerap terjadi dan masyarakat harus tahu potensi bencana. “Sudah saatnya masyarakat diajak melek potensi bencana yang ada di sekitar mereka,” jelas Salman. Pelatihan dengan tema “Merancang Program Manajemen Kebencanaan Berbasis Komunitas” ini menyajikan materi pelatihan secara sistemis. Diawali dengan bedah wawasan mengenai kondisi geografis Indonesia. Lalu, dilanjutkan dengan tahapan yang harus dilakukan dalam proses prakebencanaan dan pascabencana. Dalam pelatihan ini, imbuh Salman, diberi tahu mengenai potensi bencana di Indonesia serta ketahanan terhadap bencana. Materi tersebut disampaikan secara perinci oleh dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Tubagus Furqon Sofhani. Pria yang juga aktif dalam Forum Peduli Bencana tersebut pernah terlibat dalam penerbitan buku tanggap bencana gempa. Selain itu, materi pengantar mitigasi bencana dan pentingnya memahami potensi lokal dalam penanganan bencana diuraikan oleh dosen UGM, Rahmat Hidayat. Rahmat dikenal aktif dalam organisasi Center of Public Mental Health. Ia menyampaikan pentingnya penanganan mental masyarakat yang mengalami bencana. Materi yang ada kemudian disimulasikan oleh Associate Trainer IMZ, Ahmad Fikri, melalui permainan dan soal terkait materi mitigasi bencana. Ahmad mampu mengondisikan peserta hingga dapat membayangkan apa yang harus mereka lakukan dalam kondisi tanggap bencana. Mereka juga dengan tekun mengikuti sejumlah sesi dalam pelatihan. “Materi pelatihan sesuai dengan apa yang saya butuhkan,” kata salah satu peserta, Risma Apdeni. ed: ferry kisihandi

Sumber : koran.republika.co.id

]]>