• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 4 Agustus 2011

Walikota Padang, Fauzi Bahar, mendapatkan penghargaan dari Indonesia Magnifience of Zakat (IMZ) dalam IMZ Award 2011. Kategori penghargaan yang diterimanya adalah Indonesian Zakat Development Figure, atas prestasinya yang telah mengumpulkan zakat sebanyak Rp 15 miliar dalam satu tahun. “Surprise sekali ya, tidak saya sangka, penilaiannya pun saya tak tahu, ini sangat transparan ya. Dan sebagai cambuk juga buat saya untuk lebih banyak lagi (mengumpulkan zakat).” Jelas Fauzi saat ditemui detikcom selepas acara, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (03/08/2011) malam. Karena, lanjut Fauzi, zakat ini potensinya sangat luar biasa, dan dia sedang memaksa keluarganya untuk masuk surga melalui zakat. Zakat itu, 85 persen dia peroleh dari para pegawainya di Pemkot Padang. Sisanya diperoleh dari warga Kota Padang. Namun hal itu, diakui Fauzi, masih sangat jauh dari targetnya, Rp 90 miliar dalam satu tahun dan penghargaan ini pun dinilainya masih terlalu ‘pagi’ untuk dia terima. Untuk mekanisme pengumpulan zakat, dia menuturkan, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengumpulkan dari tiap-tiap pegawai dan tidak ada satu pun pegawai yang tidak membayar. “Dan ini kita kembalikan lagi kepada mereka, dengan cara untuk (memenuhi program) Padang pintar, Padang bersih, Padang sehat, Padang cerdas dan Padang makmur,” tutur Fauzi. Dia mencontohkan Padang pintar yaitu dimana apabila ada anak-anak dari para pegawainya yang mendapatkan Indeks Prestasi (IP) 2,9 maka akan ia bayarkan uang kuliahnya selama satu semester. Dan untuk program Padang makmur, akan ada tambahan modal bagi para pedagang kecil agar terhindar dari tengkulak yang sangat mencekik para pedagang kecil tersebut. Selain itu juga kepada nelayan dan warganya yang kurang mampu, akan ia berikan pelatihan ketrampilan untuk membuka usaha berikut dengan modalnya. Sedangkan jumlah yang ditargetkan, yaitu Rp 90 Miliar setiap tahun akan didapatkan dari jumlah penduduk, yang terdiri dari 300.000 Kepala Keluarga (KK), dan diambil 30 persennya menjadi 100.000 KK. ”Kemudian zakatnya dihitung Rp 75.000 per kk per bulan. Dari 100.000 KK jadi dapat Rp 7,5 miliar per bulan, dikali 12 bulan menjadi Rp 90 miliar.” Jelas Fauzi yang optimistis target itu akan tercapai sebelum masa jabatannya berakhir pada 2014 mendatang. IMZ sendiri adalah lembaga riset dan kajian tentang zakat yang memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga zakat maupun individu yang mengelola zakat secara kreatif, transparan dan akuntabel. Ada 13 kategori penghargaan yang diberikan, selain Indonesian Zakat Development Figure yang diterima oleh Fauzi Bahar, Dompet Dhuafa juga dinobatkan sebagai The Biggest Zakat Collection 2010, Bank Permata Syariah sebagai The Best Bank in Zakat Payment Services, dan A Lifetime Achivement diberikan kepada anggota DPR dari Fraksi PKS, almarhumah Yoyoh Yusroh.

Sumber : detikRamadan

]]>