• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 28 Juni 2011

Guna mendongkrak kepercayaan masyarakat, pengelolaan zakat harus profesional dan transparan. Di samping itu, pengelolanya pun harus memiliki jiwa amanah. “Tanpa itu, sangat sulit untuk membangkitkan kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat, infak, dan sedekah,” kata Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kab. Sumedang, Drs. H. Ali Badjri, M.M. kepada “GM”, Kamis (23/6), di ruang kerjanya. Menurut Ali, sejak dirinya memimpin lembaga tersebut pada 2008 sampai sekarang, terjadi tren kepercayaan masyarakat untuk menitipkan zakat, infak, dan sedekah. Tren seperti itu terlihat dari capaian penghimpunan, khususnya dari zakat terus mengalami peningkatan. Misalnya, pada 2008, zakat yang terhimpun mencapai Rp 8 miliar, sedangkan pada tahun berikutnya berturut-turut mengalami peningkatan Rp 1 miliar. “Pada tahun 2010, zakat yang terhimpun mencapai Rp 10 miliar. Sedangkan pada 2011, kami telah menargetkan penghimpunan zakat dari masyarakat sekitar Rp 8 miliar,” tandasnya. Disebutkan Ali, meningkatnya penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dalam tiga tahun terakhir, menandakan kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan potensi itu, di samping akan berusaha keras membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang dipimpinnya. “Kami akan terus berupaya untuk membangun kepercayaan masyarakat. Sehingga, tidak ada keraguan lagi dari mereka untuk menitipkan zakat serta sebagian hartanya untuk beramal saleh pada lembaga yang memiliki legalitas yang jelas ini. Upaya ke arah itu dapat diwujudkan dengan pengelolaan zakat yang terhimpun secara profesional, transparan, dan tepat sasaran,” paparnya. (B.108)

Sumber : klik-galamedia.com

]]>