• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 27 Oktober 2011

Pengungkapan kasus dugaan penggelapan dana Badan Amil Zakat (Bazda) Kampar tak kunjung menemui titik terang. Sejak dilaporkan Juni 2011 lalu, pengembangan kasus ini masih tersendat di tingkat  penyelidikan Mapolda Riau.
Kasat II Reskrim Polda Riau, Komisaris Bayu Aji menyatakan, upaya Polda Riau mengungkap kasus dalam Bazda itu terbentur pada sikap Inspektorat Kampar. Soalnya, pihak Inspektorat belum memberikan data. Sikap inspektorat membuat Polda belum juga meningkatkan kasus tersebut dari jenjang  penyelidikan menjadi penyidikan.
“Kita masih tunggu Inspektorat beri datanya. Sudah disurati sekali,” kata Bayu,  Senin (24/10)Meski data untuk keperluan penyelidikan belum diberikan inspektorat, Bayu tidak menolak bila inspektorat dinilai tak kooperatif. Menurut dia, kapasitas Polda masih sebatas menunggu saja. “Ada waktunya nanti kita minta paksa,” tandasnya.
Ditanya soal saksi yang sudah dipanggil untuk memberikan keterangan, Bayu menolak berkomentar. Menurut dia, itu adalah rahasia penyelidik sehingga tidak bisa dipublikasikan.Sebelumnya, Inspektorat Kampar menemukan dalam hasil pemeriksaan internalnya menemukan ada indikasi penyimpangan dana Bazda. Ditemukan dalam pemeriksaan itu duit sekitar Rp 1 miliar diduga telah digelapkan.
Sementara itu, Lembaga Investigasi Riau (LIR) yang melaporkan dugaan penyimpangan itu ke Mapolda Riau, menilai pengusutan kasus berjalan lamban. Pasalnya, hingga empat bulan terakhir, Polda Riau belum menetapkan tersangka. “Terkesan Polda tidak serius karena begitu lamban menangani kasus ini,” kata Ketua DPP LIR, Herman L.
Ia mendesak agar Polda Riau mempercepat penyelidikan agar berkas perkara bisa dilimpahkan ke Kejati Riau. Herman juga berharap agar kasus tersebut tidak memendam rasa penasaran masyarakat lebih lama lagi. “Persoalan Bazda berhubungan langsung dengan kepentingan umat,” kata Herman.
Herman juga menuding Inspektorat telah sengaja menutup-nutupi  informasi soal temuan hasil pemeriksaan dana Bazda itu. “Ada apa ini? Mengapa Inspektorat begitu sulit memberikan data. Toh juga peran mereka penting untuk mengungkap kasus ini?,” katanya.
Sementara itu, pihak Inspektorat belum bisa dikonfirmasi hingga Senin malam. Kepala Inspektorat Kmapar, Nazaruddin tidak mengangkat telepon selulernya ketika dihubungi. Pesan singkat yang dikirim Tribun pun tak berbalas.

Sumber : pekanbaru.tibunnews.com

]]>