JAKARTA – Setelah berlangsung intensif selama tiga hari, rangkaian pelatihan “Manajemen Masjid Profesional” (PMM) yang digagas oleh Dewan Dakwah Risalah (DDR) bekerja sama dengan Inspirasi Melintas Zaman (IMZ) resmi ditutup pada Senin (16/2/2026). Acara ini menandai langkah baru bagi para takmir masjid untuk mentransformasi tata kelola masjid menjadi lebih profesional, akuntabel, dan berdampak luas.
Pelatihan ini sukses merangkul perwakilan dari 39 masjid dan mushalla yang tersebar di berbagai wilayah. Sebaran peserta mencakup Sulit Air (Kab. Solok) sebagai basis utama, serta meluas ke Pekanbaru, Bengkalis, Lubuklinggau, Palembang, Banyuasin, Curup (Rejang Lebong), Argamakmur, Bengkulu, Lampung Selatan, Jakarta, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bogor, Bandung, Semarang, Sleman, hingga Bantul.
Dalam laporan penutupnya, Arief Adi Wibawa, S.E., M.M. (Anggota Bidang Pendidikan DDR) yang akrab disapa Pak Adi Anizam, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta. Meskipun awalnya dirancang untuk dilaksanakan saat bulan suci Ramadan, pelatihan ini dimajukan agar dapat menjadi panduan praktis bagi takmir dalam menyambut Ramadan tahun ini.
“Alhamdulillah, dari 73 pendaftar, rata-rata kehadiran harian mencapai 50 persen. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan keterwakilan banyak masjid. Pelatihan ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban program, tapi sebuah langkah berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan SDM hingga keuangan masjid,” ujar Pak Adi.
Membangun Kapabilitas DKM yang Mumpuni
Harapan senada disampaikan oleh Ketua Bidang Pendidikan DDR, Drs. M. ‘Azzam Manan, M.A. Beliau menekankan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah terciptanya Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang memiliki kapabilitas mumpuni dalam melayani jemaah.
“Ilmu yang didapat diharapkan mampu membuat jemaah lebih aktif berkontribusi, sehingga masjid benar-benar menjadi Rahmatan Lil ‘Alamin. Namun, kita menyadari bahwa transformasi ini adalah sebuah proses yang bertahap,” ungkap Buya Azzam. Beliau juga mengajak para peserta untuk terus mendukung gerakan dakwah dan pendidikan DDR di masa depan.
Masjid Sebagai Episentrum Peradaban
Acara ditutup secara resmi oleh Sekretaris Umum DDR, Fauzul Abrar, S.H. Dalam sambutannya, beliau memuji kualitas penyelenggaraan oleh IMZ serta dedikasi seluruh tim internal DDR. Fauzul menegaskan bahwa visi besar dari pelatihan ini adalah mengembalikan fungsi masjid pada khittahnya yang lebih luas.
“Kita ingin masjid bertransformasi menjadi pusat peradaban; episentrum bagi perkembangan pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, hingga kesehatan umat. Materi yang diberikan oleh para narasumber adalah praktik yang sudah terbukti (proven) dan teruji secara empiris di masjid-masjid rujukan,” tegas Fauzul.
Ia mengajak para takmir untuk tidak ragu mengadaptasi kesuksesan masjid lain yang telah maju. “Kita tinggal mengikuti, atau istilahnya copy-paste kesuksesan yang sudah ada, lalu kita adaptasi di tempat masing-masing sesuai dengan kondisi jemaah kita,” pungkasnya sebelum menutup acara dengan bacaan Hamdalah.
Tentang Dewan Da’wah Risalah Islamiyyah (DDR) dan IMZ Consulting:
Dewan Da’wah Risalah Islamiyyah (DDR) lahir dari inisiatif tokoh masyarakat untuk memperkuat dakwah dan pendidikan agama di wilayah Sulit Air. Bermula dari pengajian lokal, DDR kini bertransformasi menjadi wadah koordinasi program keagamaan, pendidikan, serta kegiatan sosial yang moderat dan kontributif terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan misi ini, DDR bersinergi dengan IMZ Consulting, sebuah social enterprise yang telah berdiri sejak akhir 1999. IMZ fokus pada pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai spiritual melalui 6 bidang akademi strategis. Kerja sama ini memadukan akar dakwah DDR yang kuat dengan kepakaran manajerial IMZ untuk melahirkan pengelolaan masjid yang profesional dan berwawasan masa depan.