• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Zakat adalah Pilar utama pengetasan kemiskinan dalam konsepsi hukum agama Islam, sebab zakat adalah asset utama yang sangat potensial apabila dapat dikelolah dan dikembangkan dengan menejemen moderen, maka akan dapat mengumpulkan dana yang cukup besar, yang dapat dipergunakan untuk pengentasan kemiskinan, kebodohaan dan keterbelakangan. Demikian disampaikan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA kepada Riauhariini.com pada acara sosialisasi zakat yang ditaja oleh pihak perusahaan swasta se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Selasa (5/4/11) di Aula Lantai 3 Kab Rohul. Turut hadir dalam acara ini, Bupati Rohul, Drs H Achmad MSi Asisten II, Pimpinan dan perwakilan menegemen perusahaan swasta se-Rohul dan pengurus BAZ Rohul. Zakat adalah salah satu Rukun islam yang lima, namun perhatian orang islam pada Zakat berbeda dengan 4 Rukun islam lainya, boleh dikata 4 Rukun Islam yang lainnya adalah anak kandung, sedang satu rukun Islam yaitu Zakat adalah anak tiri sebab perhatian umat pada maslah zakat sangat sangat kurang. Padahal Zakat, bukan hanya bermenfaat bagi yang membayar tetapi juga sangat bermenfaat pada orang yang menerimanya. Perlu diketahui bahwa 4 Rukun Islam adalah statis dan tidak bisa berkembang, sedangkan rukun islam tentang zakat adalah dinamis dan harus berkembang. Sebagai contoh hasil pertanian yang wajib di zakati pada masa Nabi Muhammad SAW, hanyalah gandum, gandum kering, tamar dan anggur kering.“Sekarang ini, padi harus dizakati, kelapa sawit dan lain sebagainya, yang juga wajib dixakati. Pada masa dulu usaha orang hanya terbatas pada perdagangan, pertanian, peternakan dan pertambangan.Sekarang usaha umat manusia berkembang sangat pesat. Ada penghasilan, profesi, karyawan, akuntan, advokat, pegawai dan lain sebagainya,” jelas Kemenag Rohul, Ahmad Supardi saat memberikan kata sambutan. Dilanjutkanya lagi, semua itu harus di zakati dan diminta kepada umat islam jangan takut membayar zakat, sebab zakat berfungsi sebagai pembersih harta, penyucian jiwa, penyubur atau pupuk bagi tanaman, tanda setia kawan bagi sesame. Bentuk ras syukur atas nikmat Allah dan yang paling penting sebagai pelindung atas diri dan usaha dari segala macam ancaman yang mungkin datang. “Saya berharap seluruh pejabat dan karyawan pada perusahaan swasta se Rohul, berkenan mengeluarkan harta dan penghasilannya sebesar 2,5 persen untuk kemaslahatan umat, dan bila ini dapat dilakuakan, maka tidak kurang dari empat Miliyar rupaiah setiap tahun dapat kita kumpulkan untuk kepentingan umat Islam,” pungkas Kamenag Rohul. (adi)

Sumber : riauhariini.com

]]>