• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 26 Maret 2012

Upaya dari pengentasan kemiskinan, harus dimulai dari akarnya. Ini merupakan salah satu cara yang efektif yang diperuntukkan bagi pengembangan usaha masyarakat.

Selama ini persoalan masyarakat miskin selalu jadi persoalan klasik bagi semua daerah dalam penanggulangannya yang tak habis-habisnya. Memang kemiskinan ini taka ada yang menghendaki, akan tetapi dalam kehidupan itu terjadi.

Hal ini dikatakan Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi saat menyampaikan pemaparannya tentang strategi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan Badan Amil Zakat (BAZ), dalam Rapat koordinasi Badan Amil Zakat (BAZ) se-kabupaten Siak di ruang Raja Indra Pahlawan kantor Bupati Siak, Selasa (13/03).

Menurut Syamsuar, keberadaan Badan Amal Zakat (BAZ) Siak dalam pengelolaan zakat merupakan salah satu strategi Islam dalam mengentaskan kemiskinan. Karena hal ini sudah diajarkan oleh Islam sebagai jawaban yang tepat untuk saling berbagi antar sesama.

Zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap orang yang mampu sekaligus berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta sesuai dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keberadaan BAZ yang sudah merambah di kecamatan-kecamatan serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada memberikan ruang yang besar bagi msayarakat, swasta dan pemerintah dalam menyalurkan zakatnya.

Saat ini sudah sudah ada peningkatan dan keinginan baik dari para pegawai di Pemkab yang dapat dilihat dari zakat yang sudah dikumpulkan. “Baru tiga bulan ini saja jumlah zakat yang terkumpul mencapai Rp543 juta,” puji Syamsuar.

Hadir dalam kesempatan itu adalah Ketua BAZ Siak Drs H Alfedri MSi, Kepala Dinas dan Badan, Kakan Kementerian Agama kabupaten Siak H Mukhlis SHi, Ketua MUI Siak H Shofwan Shaleh, jajaran pengurus BAZ Kabupaten Siak serta para pengurus BAZ seluruh kecamatan dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan perwakilan pihak perusahaan daerah.

Kata Syamsuar di balik aktivitas zakat yang meningkat, tak jarang masih ada suara miring yang terdengar dari masyarakat tentang ketidakpercayaan kepada BAZ, sehingga orang langsung menyerahkan zakat kepada orang yang berhak.

“Saya ingin kita membangun imej di tengah-tengah masyarakat BAZ benar-benar dipercaya. Jadi kalau kepercayaan ini timbul maka akan mudah pengumpulan dana dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat,” saran dia.

Ia mengharapkan, melalui kesempatan ini dapat menciptakan kerja sama yang baik antara kabupaten dan kecamatan sehingga tidak terjadi salah persepsi dan tumpang tindih untuk pengumpulan.

Begitu juga dengan semua potensi yang ada di kabupaten ini setiap tahunnya semakin meningkat orang yang membayar zakat melalui BAZ, dan dapat didistribusikan kepada orang yang berhak menerimanya.

Akan tetapi lanjut orang nomor satu di Siak ini perlu menekankan perhatian kepada penyaluran zakat produktif. Karena ini dinilai dapat menumbuhkembangkan usaha yang dilakukan oleh masyarakat.

Seiring dengan upaya pemerintah Kabupaten Siak untuk terus membangun rumah layak huni, namun pemerintah tidak menganggarkan dana untuk pembelian tanah bagi penduduk miskin.

BAZ menurut Syamsuar dapat memaksimalkan perannya untuk dapat setidaknya memberikan zakat agar dapat membantu masyarakat untuk memiliki tanah.

Pemkab memiliki program pembangunan rumah layak huni, tetapi tidak punya anggaran untuk membeli tanah. Sedangkan masyarakat yang miskin itu banyak yang tidak punya tanah. Sekarang mereka buat rumah diatas tanah yang bukan milik mereka.

Di sini kita harapkan peran BAZ untuk dapat menyalurkan zakat kepada mereka, setidaknya untuk membeli tapak tanah jadilah,” jelasnya. Ketua I BAZ Siak Mukhyarudin menambahkan, kegiatan ini merupakan sinergisitas kerja BAZ dengan pihak terkait lainnya.(fiz)

Sumber: Riaupos.co

Tag: Zakat, kemiskinan, BAZ

]]>

Add Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

First Name*
Subject*
Email*
Your Comments