• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 25 Maret 2011

Hari Air Sedunia (HAS) tahun 2011 mengusung tema “Water for Cities, Responding to The Urban Challenge”. Bila dialihbahasakan, artinya lebih kurang “Air Perkotaan dan Tantangannya”. Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water diperingati setiap tanggal 22 Maret. Hari Air Sedunia merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat sedunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Kualitas air di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota besar, menurun drastis. Hal ini disebabkan adanya eksplorasi dan ekploitasi berupa penyedotan air tanah yang berlebihan. Akibatnya, air tanah menjadi kurang dan dimasuki air laut. Karena itu, tidak heran apabila air tanah di Jakarta, misalnya, terasa payau. Ini disebabkan karena peraturan daerah tentang larangan penyedotan air tanah tidak dipatuhi oleh masyarakat dengan baik, ditambah pengawasan perda yang masih sangat rendah. Selain itu, persoalan ini disebabkan karena tingkat pencemaran yang sangat tinggi di aliran sungai di kota-kota besar di Indonesia. Persoalan air memang sudah sangat kompleks. Ujung-ujungnya juga karena ulah manusia. Sebagai contoh, perilaku manusia yang tidak bijak dalam menggunakan air, misalnya penggunaan air secara berlebihan. Karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif untuk menanggulangi ketersediaan air. Setidaknya, ada tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama, melakukan penghematan dalam penggunaan air. Kedua, penanaman kembali pohon-pohon, yang menjadi andalan utama dalam menyerap dan menyimpan air tanah. Ketiga, diperlukan inovasi untuk manajemen air. Program ”Air untuk Kehidupan” Air sebagai komoditas utama kehidupan banyak berpengaruh pada kondisi sosial masyarakat bilamana ketersediannya tidak tercukupi. Air juga salah satu sarana vital dalam beribadah bagi hampir semua ibadah ritual, karena merupakan unsur pembersihan dan pensucian jasmani melalui wudu dan mandi. Ketersediaan air yang memadai bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan jasmani, juga sangat menunjang untuk kesehatan rohani warga di sekitarnya. Air yang merupakan salah satu hajat hidup orang banyak tidak boleh dikuasai untuk diperdagangkan secara sewenang-wenang. Di beberapa daerah di Indonesia yang kekurangan air, air menjadi sarana penzaliman atas komunitas miskin di mana mereka harus mengeluarkan sejumlah besar uang, bahkan berutang hanya untuk bisa minum dan mandi. Air yang merupakan isu sensitif pada satu dasawarsa terakhir terus menjadi pembicaraan banyak pihak. Kekurangan air, pengurangan mutu air dan aneka permasalahan air lainnya membuat isu air ini akan menjadi isu yang penting pada masa datang. Banyak daerah yang berlimpah air seperti daerah pesisir pantai, justru tidak menikmatinya karena ternyata airnya berstatus payau. Di beberapa daerah di Indonesia, air bahkan menjadi barang komoditas yang mahal. Setiap hari, ribuan liter air dijual oleh para tengkulak pada warga yang kekurangan air. Atau warga harus berpeluh-peluh untuk naik-turun gunung demi mendapatkan satu jerigen air bersih. Mereka mengeluh karena daerah mereka diabaikan, dan dibiarkan. Dalam rangka penyelamatan kehidupan inilah, Dompet Dhuafa menginisiasi sebuah program bertajuk “Air untuk Kehidupan”. Dompet Dhuafa bersama dengan masyarakat setempat membangun sarana dan prasarana air bersih guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di daerah kritis. Program ini sudah sampai pada tahap survey kelayakan yang melibatkan warga dan tokoh masyarakat di 5 provinsi di Indonesia yaitu Sumatera Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang berkhidmat untuk hajat hidup orang banyak, tidak membiarkan terjadinya penzaliman manusia disebabkan persoalan air. Dompet Dhuafa dengan mengajak serta cabang dan perwakilan di seluruh Indonesia, mencari daerah dengan tingkat kerawanan air yang tinggi, dan menginisiasi membangun instalasi pengadaan air bersih. Dalam program ini Dompet Dhuafa membantu menyediakan material pembangunan air bersih dan masyarakat menyediakan tenaganya untuk membangun secara sukarela. Program yang menjangkau sekitar 50 titik di seluruh pelosok Indonesia ini murni menggunakan sumber daya lokal, baik bahan, dan sumber daya manusianya.

Sumber : ddhongkong.org

]]>