• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 12 Agustus 2011

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) Ade Komarudin mengimbau anggota masyarakat yang telah menyumbangkan sebagian hartanya selama bulan Ramadhan melalui zakat, infak, sedekah wajib mendapatkan pertanggung jawaban keuangan dari lembaga amil zakat.

Pasalnya, pengelolaan zakat yang ada sekarang belum berjalan maksimal, sehingga perlu ada terobosan untuk memanfaatkan potensi zakat sebagai salah satu instrumen meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu point revisi UU Zakat adalah memperketat pendirian Organisasi Pengelola Zakat dalam rangka menciptakan otoritas lembaga zakat yang efisien dan kredibel serta dipercaya masyarakat. Karena, dalam revisi UU Zakat yang baru juga menegaskan peran dan tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan bagi warga negara yang menjadi pembayar zakat (muzakki),” ujarnya disela-sela acara berbuka puasa dengan Keluarga Besar SOKSI di kediaman Pendiri SOKSI Suhardiman di Jakarta, Kamis (11/8).

Hadir dalam acara buka puasa dan penyerahan santunan 100 anak yatim dari Yayasan Nurul Islam Ketua Partai Golkar Bidang Keormasan Rambe Kamarulzaman, pengurus Depinas SOKSI Tantowi Yahya, Djoko Purwogemboro, Suharsojo, Lili Asdjudiredja, Chairuman Harahap, Fatahillah Ramli, Leonard Chandra, dan Plt Sekjen Hakim Kamaludin.

Menurut Ade Komarudin, SOKSI mendukung sepenuhnya upaya DPR merevisi UU Zakat No.38/ 1999 tentang Pengeloaan Zakat karena UU ini sudah tidak memadai dan perlu penyempurnaan dan pembaharuan dalam rangka memanfaatkan potensi zakat sebagai salah satu alternatif pengerak perekonomian masyarakat.

“Saya percaya, masyarakat awam tidak banyak yang tahu berapa jumlah dana ZIS (zakat, infaq dan shadaqoh) yang telah berhasil dikumpulkan pemerintah maupun swasta, termasuk untuk keperluan apa dan siapa saja yang menerimanya. Karena itu, perlu ada terobosan agar informasi mengenai zakat bisa diakses secara langsung oleh masyarakat, sehingga pengumpulan dana tersebut benar-benar bermanfaat bagi kemaslahatan umat,” katanya.

Dia mengakui, potensi zakat di Indonesia cukup besar karena mayoritas pemeluk agama adalah muslim dan kalau dana tersebut dikelola secara profesional akan sangat membantu masyarakat dalam pengentasan kemiskinan, memerangi kebodohan, keterbelakangan dan sebagainya. Sehingga, Badan Zakat Indonesia memiliki kewenangan regulasi dan pengawasan benar-benar melaksanakn fungsinya baik kepatuhan syariah, transparansi dan akuntabilitas keuangan, serta efektivitas ekonomi dari pendayagunaan dana zakat. Paling tidak, lembaga ini mampu mencegah terjadinya penyalahgunaan dana zakat.

“Karena itu, wacana sentralisasi pengelolaan zakat oleh pemerintah dalam rangka memperbaiki kinerja zakat nasional perlu dipikirkan kembali karena hal itu dapat mengingkari peran serta masyarakat sipil dalam Indonesia kontemporer yang demokratis.

Kinerja penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat lebih banyak ditentukan dari reputasi lembaga pengumpul, bukan oleh sentralisasi kelembagaan oleh pemerintah,” ujar dia.

Seperti diketahui, Badan Amil Zakan Nasional (Baznas) menargetkan peningkatan penerimaan zakat sebesar 1 persen dari tahun lalu. Pada tahun 2010 tercatat hanya 1,5 persen atau setara dengan Rp 1,5 triliun, maka total pemasukan dari zakat tahun ini bisa mencapai Rp 2,5 triliun. Bahkan, riset Baznas dan Institut Pertanian Bogor (IPB), potensi zakat di Indonesia pada 2011 mencapai Rp 217 triliun, yakni Rp 117 triliun dari rumah tangga dan Rp 100 triliun dari perusahaan milik muslim.

“Bayangkan saja, jika penerimaan pajak sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara yang mampu mensejahterakan masyarakatnya dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.

Ketua Bidang Keormasan Partai Golkar Rambe Kamarulzaman menyatakan, kehadirannya dalam buka puasa keluarga besar SOKSI merupakan tradisi yang selalu dilakukan organisasi. “Sebagai ketua yang membidangi ormas, saya selalu mengatakan bahwa SOKSI itu hanya satu, yaitu yang dipimpin Ade Komarudin, apalagi saya baru pulang dari Sumatera Utara,” ujarnya.

Gubernur SOKSI
 

Sebelumnya, dalam sambutan buka puasa, pendiri SOKSI Suhardiman mendukung sepenuhnya kandidat Gubernur DKI Jakarta dari SOKSI Tantowi Yahya.

“Sebagai pendiri saya merestui dan mendoakan Tantowi Yahya bisa terpilih sebagai Gubernur DKI nanti. Prediksi saya beliau punya peluang besar untuk terpilih,” kata dia.

Dia juga memyambut positif acara buka puasa keluarga besar SOKSI yang sudah menjadi tradisi di SOKSI yang selalu mengedepankan pluralisme. Sedangkan Tantowi Yahya menyatakan, dirinya sudah bertekad untuk maju dan bersaing dengan kandidat lainnya dalam Pilgub DKI pada 2012 mendatang. “Saya berjanji akan membesarkan panji-panji SOKSI dan Partai Golkar sekiranya terpilih nanti. Jika tidak, saya juga akan legowo menerima kekalahan,” tegas dia.

Tantowi Yahya juga mengaku, hingga saat ini Partai Golkar belum memutuskan siapa calon yang resmi mewakili partai. “Apapun keputusannya nanti saya siap menerimanya,” ujar dia.

 

Sumber : suarakarya-online.com

]]>