• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 8 Nopember 2011

Keberadaan LAZ daerah seharusnya disyukuri oleh pemerintah. LAZ daerah lah yang dengan setia menambal lubang-lubang program ekonomi kerakyatan pemerintah yang dirasa sangat minim di pelosok negeri. Keberhasilan LAZ daerah membangun kepercayaan penderma (muzakki) adalah bukti sahih kerja LAZ daerah amat tunggu banyak orang. Lampung peduli, dengan kerja kerasnya selama empat tahun telah berhasil menghimpun zakat dari masyarakat hampir 1 milyar rupiah tiap tahunnya. Pun, juga terjadi dengan banyak LAZ daerah lainnya. Bahkan, sepinya perhatian dunia jurnalisme seakan tidak mampu mengendurkan semangat kerja mereka.

Kini, saat sebagian LAZ daerah sedang menikmati dunianya, pemerintah melalui UU Pengelolaan ZIS seakan berupaya menarik urat nadi mereka. Bukan hanya soal “periuk nasi”, tapi pemerintah seperti ingin mengebiri eksistensi setiap warga negara dalam berorganisasi. Pasal 18 UU Pengelolaan Zakat sama sekali tidak menyinggung tentang bagaimana LAZ daerah dapat terus bereksistensi. Keberadaan LAZ daerah seperti tidak pernah terpikir untuk tetap ada ?

Lembaga Amil Zakat, baik daerah maupun nasional adalah sebuah entitas yang tidak berbeda. Mereka lahir dari sebuah inisiasi kelompok masyarakat sipil. Tidak seharusnya antar sesama LAZ terjadi ketidaksamaan visi dan misi menuju peradaban zakat. Bahkan seharusnya sesama LAZ, yang telah lebih dulu concern terhadap dunia zakat, mereka menjadi satu kesatuan. Permasalahan yang terjadi dalam dunia LAZ manapun adalah permasalahan semua LAZ.

Jadi, saat pemerintah sedang berupaya “meniadakan” peran LAZ-LAZ daerah, seharusnya LAZ-LAZ “Nasional” berupaya membantu mengingatkan pemerintah bahwa LAZ daerah adalah LAZ. Jika sesama LAZ saja tidak memikirkan, lalu siapa yang diharapkan melakukannya?

Kerja dakwah adalah kerja kolektif yang membutuhkan banyak sumber daya. Tidak ada batas kewilayahan dalam dunia kebaikan. Juga tidak ada beda antara SDM nasional dan daerah, yang ada hanyalah seberapa besar manfaat kita untuk manusia lainnya. Wallahu ‘alam. (DH)

]]>