• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 3 Oktober 2011

Di banyak negara yang penduduknya mayoritas Muslim, pemerintah biasanya berperan besar dalam mengumpulkan dan menyalurkan zakat. Di Amerika, tidak demikian halnya. Walaupun begitu. prinsip pemberiannya tetap sama, yaitu mendahulukan kerabat yang miskin, baru kemudian orang-orang miskin lain di sekitar kita. Zakat Foundation of America, organisasi amal internasional yang berkantor pusat di Chicago, kerap menjadi acuan bagi Muslim Amerika dalam menghitung zakat. Selain membantu menyalurkan zakat, organisasi itu juga membantu Muslim Amerika menghitung zakat secara cepat dengan meluncurkan “Zakat Calculator,” sejenis program piranti lunak penghitungan pajak. Dengan memasukkan semua aset yang dimiliki, seperti uang pengembalian pajak, inventaris bisnis, tabungan, dan deposito, ke dalam sistem itu, Kalkulator Zakat memberi penghitungan otomatis. Menurut Khalil Demir, direktur organisasi itu, program Kalkulator Zakat sangat membantu orang yang tidak yakin aset apa saja yang termasuk dalam penghitungan zakat, khususnya karena banyak Muslim Amerika ikut dalam program-program finansial Amerika, seperti tabungan pensiun dan lain-lainnya. Dengan piranti lunak itulah Syed Ismail, ilmuwan peneliti NASA di Hampton, Virginia, menghitung zakat berdasarkan aset yang dimilikinya dan perhiasan isterinya. Ia kemudian mengirim uang zakat kepada kerabatnya yang miskin di India, dan sebagian lainnya kepada beberapa organisasi amal Amerika, termasuk Badan Amal Muslim di Norfolk, Virginia, yang menyalurkan bantuan bagi kelompok miskin di wilayah itu.

Sumber : voanews.com

]]>