• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 16 Nopember 2011

Rasa keadilan menjadi salah satu dari kompleksnya masalah pemerataan pembangunan di Indonesia. Masyarakat pedesaan menjadi subyek yang paling sering menghadapinya. Pendidikan dan hak-hak dasar lain seperti barang mahal yang sangat sulit untuk diperoleh. Kalaupun kemudian tidak terjadi “gejolak” lebih banyak disebabkan karena ketidakmengertian masyarakat itu sendiri tentang hak-hak mereka. Juga, tidak dapat dipungkiri besarnya peran da’i-da’i dalam memberikan kedamaian spiritual dalam menghadapi masalah kehidupan.

Namun, dengan semakin berkembangnya pengaruh informasi terhadap kehidupan masyarakat pedesaan, pengelolaan masyarakat pedesaan harus lebih integral. Asupan ruhani tidak berhenti, namun pemenuhan kebutuhan fisik juga harus diberikan.

IMZ memahami, saat ini masih banyak da’i yang belum memahami konsep pemberdayaan masyarakat. Karena itu IMZ menggagas sebuah program yang bertujuan meningkatkan kapasitas da’i sebagai pendakwah sekaligus mampu mendampingi dan memberikan solusi konkret kepada masyarakat binaannya melalui program-program pemberdayaan. Program ini kami beri nama “DA’I PEMBERDAYA”

Peserta program Da’i Pemberdaya adalah utusan lembaga-lembaga yang mempunyai program-program pengembangan pedesaan. Sebanyak 20 peserta dari berbagai lembaga yang lulus seleksi mengikuti Program Da’i Pemberdaya selama 4 hari di Desa Buana Jaya, Senin-Kamis, 14-17 Nopember 2011.

Dedy Zulkarnain (LAZ BSM) sebagai sponsor program mengatakan, Program Da’i merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kapasitas da’i, terutama da’i di daerah. Diharapkan, selain meningkatnya kemampuan da’i dalam merancang program, juga menjadi langkah awal dalam membentuk sinergi program antar lembaga zakat

Nana Mintarti selaku Direktur IMZ, mengungkapkan, Program ini akan lebih menekankan dan menajamkan aspek penajaman program pemberdayaan bagi lembaga zakat yang mengirimkan utusan. Sehingga diharapkan peserta mampu mendesain program yang sesuai kebutuhan masyarakat. Serta memahami sisi teknis dari pelaksanaan program pemberdayaan. (DH)

]]>