• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 23 September 2011

Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) memberikan pelatihan merancang laporan keuangan bagi organisasi pengumpul zakat (OPZ), berlangsung sejak Selasa (20/9) hingga Kamis (22/9). Peserta pelatihan berasal dari Bait Al-Kamil, BAMUIS BNI, Baitul Maal Al-Muntaha Aceh, Al Azhar Peduli Ummat, dan Yayasan Zakat Pupuk Iskandar Muda. Selain itu, YBM BRI, LAZ Zakat Sukses, ZIS Rohis Lintasarta, Pondok Pasantren Darunnajah, LAZIS Muhammadiyah, BAZ Kaltim dan BAZMA EP REGION JAWA juga mengikutsertakan wakilnya pada pelatihan yang berlangsung Gedung IMZ, Ciputat, Tangerang Selatan itu. ”Ini merupakan pelatihan rutin yang kami lakukan,” kata Supervisor Capacity Building IMZ, Rina Triana. Tujuannya, jelas dia, menyampaikan pengetahuan baru kepada pengurus organisasi pengelola zakat dalam menyusun laporan keuangan sehingga sesuai dengan standar yang ada. Sebab, terkadang masih ada kendala dalam melakukan penyusunan padahal itu sangat penting. Baik sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban dana yang dihimpun OPZ. Ada 19 peserta yang ikut pelatihan. Menurut Rina, ada lima orang yang berasal dari Aceh sedangkan sisanya dari daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Rini Suprahantini, manajer keuangan Dompet Dhuafa dan Muji Astuti, salah satu manajer di IMZ menjadi narasumber. Ia mengatakan, respons peserta sangat bagus. Sebab, mereka merasa memperoleh wawasan baru dalam penyusunan laporan keuangan yang sebelumnya mereka belum ketahui. Apalagi dalam sesi pelatihan, narasumber sengaja memformatnya dengan diskusi. Banyak hal di lapangan dalam menyusun laporan keuangan menjadi perbincangan dan dicarikan solusinya. Rina mengatakan, setelah pelatihan usai bisanya ada pendampingan. Pihak OPZ yang biasanya meminta IMZ melakukan pendampingan saat ditemukan kendala dalam penerapan ilmu yang diperoleh dari pelatihan. Lamanya pendampingan, jelas dia, tergantung pada kebutuhan OPZ. Umumnya, berlangsung satu hingga tiga bulan. Manajer Divisi Marketing dan Public Relation, Salman al-Farisi mengatakan, laporan keuangan merupakan modal utama dalam pertanggungjawaban kinerja lembaga. Laporan yang terperinci membutuhkan pengetahuan dasar akuntasi yang baik. Tak sebatas itu, laporan keuangan dapat menjadi dasar bagi lembaga membuat perencanaan keuangan untuk kegiatn selanjutanya. ”Namun, pada kenyataannya pembuat laporan keuangan tidak selamanya memiliki dasar pengetahuan akuntansi yang memadai,” jelas Salman. Untuk itu, IMZ mengadakan pelatihan membuat laporan keuangan sekaligus metode menyusun perencanaan keuangan yang strategis. Targetnya adalah pengurus di divisi keuangan OPZ.

 

Sumber : republika.co.id

]]>