Ketika mal dan pertokoan masih tutup atau mengurangi jam layanannya, maka model Coaching Clinic Minimarket
Ketika mal dan pertokoan masih tutup atau mengurangi jam layanannya, maka model minimarket menjadi salah satu andalan tempat masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Perubahan pola belanja masyarakat dan lokasi minimarket yang strategis lebih dekat dengan tempat tinggal konsumen, menjadi potensi yang perlu dioptimalkan terutama selama masa pandemi ini.
Pengelolaan minimarket sebagai gerai pemberdayaan retail masyarakat modern membutuhkan kapasitas dan keuletan yang sangat detil. Bagi warung tradisional, kelontong, toko swalayan hingga minimarket yang ingin berubah lebih maju kini IMZ hadir memberikan program Coaching Clinic Minimarket agar mampu berkembang dan memiliki daya bisnis yang handal.
Info Lebih Lanjut
Prasetyo Wibowo (081931532099)
Riyan Sanjaya (085770779746)
2 Comments
Andy romaeta fitriani – April 30, 2025
Bagaimana strategi pemasaran dan penjualan toko sembako dari gempuran pesaing agak omset meningkat
IMZ Administrator – June 24, 2025
Strategi pemasaran dan penjualan toko sembako agar dapat bertahan dari gempuran pesaing dan meningkatkan omzet bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Kenali Kebutuhan Pasar dan Pelanggan
Lakukan survei kecil untuk mengetahui kebutuhan pelanggan di lingkungan sekitar.
Sediakan barang yang paling sering dicari dan pastikan stoknya tersedia.
Tawarkan varian produk (misalnya: gula kemasan kecil dan besar) untuk menjangkau berbagai kalangan.
2. Tawarkan Harga Kompetitif dan Paket Hemat
Bandingkan harga dengan pesaing dan usahakan memiliki harga yang lebih menarik, terutama untuk produk fast-moving.
Buat paket sembako hemat (contoh: paket Rp50.000 isi 5 barang pokok) untuk menarik pelanggan yang ingin belanja praktis dan hemat.
3. Perkuat Pelayanan
Jadilah ramah dan cepat dalam melayani.
Sediakan layanan antar untuk pelanggan tetap atau yang berbelanja dalam jumlah besar (misalnya: ibu rumah tangga atau warung kecil).
Berikan sistem pesan via WA agar pelanggan bisa belanja tanpa harus datang langsung.
4. Manfaatkan Teknologi dan Media Sosial
Buat akun media sosial untuk toko (Instagram, Facebook, WhatsApp Business).
Posting rutin info promo, stok barang, atau testimoni pelanggan.
Daftarkan toko di aplikasi lokal seperti Google Maps atau marketplace lokal agar mudah ditemukan.
5. Buat Program Loyalitas Pelanggan
Gunakan kartu stempel atau sistem poin: misalnya, setelah 10 kali belanja, pelanggan dapat hadiah atau potongan harga.
Berikan promo spesial untuk pelanggan setia atau pada hari tertentu (misal: diskon Jumat berkah).
6. Bekerjasama dengan Komunitas atau Warung Kecil
Jalin relasi dengan warung atau penjual keliling, tawarkan harga grosir agar mereka belanja ke toko Anda.
Ikut aktif dalam kegiatan RT/RW atau komunitas agar toko makin dikenal.
7. Tata Letak Toko yang Menarik dan Bersih
Pastikan toko rapi, bersih, dan mudah dijangkau.
Buat penataan barang yang memudahkan pelanggan mengambil sendiri (jika memungkinkan), agar belanja terasa nyaman.
8. Evaluasi dan Inovasi Rutin
Cek produk yang paling laku dan kurang laku setiap bulan.
Coba hadirkan produk baru secara berkala untuk menarik perhatian pelanggan.
Jika strategi ini dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kondisi lokal, maka toko sembako Anda akan lebih siap menghadapi persaingan dan peluang omzet meningkat pun makin besar.