• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

[caption id="attachment_1554" align="aligncenter" width="207"] Manajemen ZIS[/caption] Judul buku : Manajemen ZIS Profesionallah Agar Tak Terus Terbetot di Kubangan Tradisi, Potensi, Wacana Harga : Rp 85,000 Penulis : Erie Sudewo Tahun : 2012 Overview : Kesalehan memang makin marak. Tapi antara kesalehan pribadi dan klesalehan sodial jelas beda, baik kualitas maupun kuantitasnya. Untu kesalehan diri sendiri, kita upayakan sepenuh hati. Makanan dan paikan harus layak dan cocok. Agar anak istri tak jadi miskin, kita kerahkan seluruh sumber daya dan ikhtiar. Untuk atasi kemiskinan orang lain, cukup sekedar 2,5% saja. Ini bagi yang sudah mengeluarkan zakat. Sementaranya belum? Zakat itu satu-satunya Rukun Islam untuk masyarakat. Bukan Rukun Islam Pribadi yang jumlahnya empat tiang. Ingkar muzaki alias muzaki yang tak mau berzakat, dengan alas an apa pun tak bisa diterima. Ada dua dampak yang ditimbulkan. Pertama, dampaknya kembali kepada muzaki itu sendiri. Kedua, dampaknya makin menyulitkan orang lain khususnya fakir miskin. Sebagai Rukun Masyarakat, zakat tidak boleh dikelola sendiri. Adanya amil di asnaf, tegaskan muzaki dianjurkan atau bahkan tegas tak dibolehkan merangkap jadi amil. Bicara amil bicara pihak ketiga. Bicara pihak ketiga, ini tuntutan berjamaah yang harus dikelola dengan manajemen profesional. Mengurus hajat pihak lain, dibuuhkan kinerja professional. Apalagi yang diurus soal titipan uang berarti ini wilayah kepercayaan. Semakin baik menata, semakin baik proses manajemennya. Amilnya cakap dan juga jujur, selamatlah mustahik. Karena itu amil harus memahami prinsip-prinsip dasar pengelolaan zakat. Apalagi, kini mengelola zakat tak lagi sesederhana seperti yang dibayangkan selama ini. Lembaga harus lepas dari tradisi yaysan lokal yang citranya buram: cenderung dikerjakan asal-asalan tanpa perubahan dari waktu ke waktu. Untuk bisa professional, lembaga harus paham prinsip-prinsipnya. Dengan prinsip ini, lembaga bukan hanya lepas dari jerat kegureman masa lalu. Tetapi juga lepas dari “telikungan” pihak-pihak yang yang selalu gatal ingin cuci namun untuk kepentingannya. Buku Manajeman ZIS yang Anda pegang ini berisikan gagasab brilian dan apikatif mengelola lembaga ZIS secara professional, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasiaan, pelaksanaan,dan pengarahan, serta pengawasan lembaga hingga berkelit dari intervensi pihak ketiga. Dengan papaaran lugas, akrab, bernas, dan cerdas, buku bergaya kolom koran ini menjadikan topik serius serasa menkmati ulasan berbincang santai menyapa. Dapatkan Paket Murah Manajemen ZIS & 3N (Nasib Nasab Nishab) hanya Rp 125,000 ! Untuk memesan buku ini dapat mengisi form online berikut : [form form-4] [caption id="attachment_1554" align="aligncenter" width="207"] Manajemen ZIS[/caption] Judul buku : Manajemen ZIS Profesionallah Agar Tak Terus Terbetot di Kubangan Tradisi, Potensi, Wacana Harga : Rp 85,000 Penulis : Erie Sudewo Tahun : 2012 Overview : Kesalehan memang makin marak. Tapi antara kesalehan pribadi dan klesalehan sodial jelas beda, baik kualitas maupun kuantitasnya. Untu kesalehan diri sendiri, kita upayakan sepenuh hati. Makanan dan paikan harus layak dan cocok. Agar anak istri tak jadi miskin, kita kerahkan seluruh sumber daya dan ikhtiar. Untuk atasi kemiskinan orang lain, cukup sekedar 2,5% saja. Ini bagi yang sudah mengeluarkan zakat. Sementaranya belum? Zakat itu satu-satunya Rukun Islam untuk masyarakat. Bukan Rukun Islam Pribadi yang jumlahnya empat tiang. Ingkar muzaki alias muzaki yang tak mau berzakat, dengan alas an apa pun tak bisa diterima. Ada dua dampak yang ditimbulkan. Pertama, dampaknya kembali kepada muzaki itu sendiri. Kedua, dampaknya makin menyulitkan orang lain khususnya fakir miskin. Sebagai Rukun Masyarakat, zakat tidak boleh dikelola sendiri. Adanya amil di asnaf, tegaskan muzaki dianjurkan atau bahkan tegas tak dibolehkan merangkap jadi amil. Bicara amil bicara pihak ketiga. Bicara pihak ketiga, ini tuntutan berjamaah yang harus dikelola dengan manajemen profesional. Mengurus hajat pihak lain, dibuuhkan kinerja professional. Apalagi yang diurus soal titipan uang berarti ini wilayah kepercayaan. Semakin baik menata, semakin baik proses manajemennya. Amilnya cakap dan juga jujur, selamatlah mustahik. Karena itu amil harus memahami prinsip-prinsip dasar pengelolaan zakat. Apalagi, kini mengelola zakat tak lagi sesederhana seperti yang dibayangkan selama ini. Lembaga harus lepas dari tradisi yaysan lokal yang citranya buram: cenderung dikerjakan asal-asalan tanpa perubahan dari waktu ke waktu. Untuk bisa professional, lembaga harus paham prinsip-prinsipnya. Dengan prinsip ini, lembaga bukan hanya lepas dari jerat kegureman masa lalu. Tetapi juga lepas dari “telikungan” pihak-pihak yang yang selalu gatal ingin cuci namun untuk kepentingannya. Buku Manajeman ZIS yang Anda pegang ini berisikan gagasab brilian dan apikatif mengelola lembaga ZIS secara professional, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasiaan, pelaksanaan,dan pengarahan, serta pengawasan lembaga hingga berkelit dari intervensi pihak ketiga. Dengan papaaran lugas, akrab, bernas, dan cerdas, buku bergaya kolom koran ini menjadikan topik serius serasa menkmati ulasan berbincang santai menyapa. Dapatkan Paket Murah Manajemen ZIS & 3N (Nasib Nasab Nishab) hanya Rp 125,000 ! Untuk memesan buku ini dapat mengisi form online berikut : [form form-4][caption id="attachment_1554" align="aligncenter" width="207"] Manajemen ZIS[/caption] Judul buku : Manajemen ZIS Profesionallah Agar Tak Terus Terbetot di Kubangan Tradisi, Potensi, Wacana Harga : Rp 85,000 Penulis : Erie Sudewo Tahun : 2012 Overview : Kesalehan memang makin marak. Tapi antara kesalehan pribadi dan klesalehan sodial jelas beda, baik kualitas maupun kuantitasnya. Untu kesalehan diri sendiri, kita upayakan sepenuh hati. Makanan dan paikan harus layak dan cocok. Agar anak istri tak jadi miskin, kita kerahkan seluruh sumber daya dan ikhtiar. Untuk atasi kemiskinan orang lain, cukup sekedar 2,5% saja. Ini bagi yang sudah mengeluarkan zakat. Sementaranya belum? Zakat itu satu-satunya Rukun Islam untuk masyarakat. Bukan Rukun Islam Pribadi yang jumlahnya empat tiang. Ingkar muzaki alias muzaki yang tak mau berzakat, dengan alas an apa pun tak bisa diterima. Ada dua dampak yang ditimbulkan. Pertama, dampaknya kembali kepada muzaki itu sendiri. Kedua, dampaknya makin menyulitkan orang lain khususnya fakir miskin. Sebagai Rukun Masyarakat, zakat tidak boleh dikelola sendiri. Adanya amil di asnaf, tegaskan muzaki dianjurkan atau bahkan tegas tak dibolehkan merangkap jadi amil. Bicara amil bicara pihak ketiga. Bicara pihak ketiga, ini tuntutan berjamaah yang harus dikelola dengan manajemen profesional. Mengurus hajat pihak lain, dibuuhkan kinerja professional. Apalagi yang diurus soal titipan uang berarti ini wilayah kepercayaan. Semakin baik menata, semakin baik proses manajemennya. Amilnya cakap dan juga jujur, selamatlah mustahik. Karena itu amil harus memahami prinsip-prinsip dasar pengelolaan zakat. Apalagi, kini mengelola zakat tak lagi sesederhana seperti yang dibayangkan selama ini. Lembaga harus lepas dari tradisi yaysan lokal yang citranya buram: cenderung dikerjakan asal-asalan tanpa perubahan dari waktu ke waktu. Untuk bisa professional, lembaga harus paham prinsip-prinsipnya. Dengan prinsip ini, lembaga bukan hanya lepas dari jerat kegureman masa lalu. Tetapi juga lepas dari “telikungan” pihak-pihak yang yang selalu gatal ingin cuci namun untuk kepentingannya. Buku Manajeman ZIS yang Anda pegang ini berisikan gagasab brilian dan apikatif mengelola lembaga ZIS secara professional, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasiaan, pelaksanaan,dan pengarahan, serta pengawasan lembaga hingga berkelit dari intervensi pihak ketiga. Dengan papaaran lugas, akrab, bernas, dan cerdas, buku bergaya kolom koran ini menjadikan topik serius serasa menkmati ulasan berbincang santai menyapa. Dapatkan Paket Murah Manajemen ZIS & 3N (Nasib Nasab Nishab) hanya Rp 125,000 ! Untuk memesan buku ini dapat mengisi form online berikut : [form form-4]]]>

Add Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

First Name*
Subject*
Email*
Your Comments