SEBERAPA LOYAL TIM ANDA?
(Fatchuri Rosidin, Direktur IMZ)
Ada hal menarik dari laporan survey Gallup State of Global Workplace 2026 . Survey ini berusaha mengukur tingkat Employee Engagement pekerja di seluruh dunia di tahun 2025 lalu.
Employee Engagement adalah rasa keterikatan emosi seorang pekerja terhadap pekerjaan, tim, dan tempatnya bekerja. Dalam banyak studi, employee engagement memiliki hubungan yang sangat erat terhadap produktivitas organisasi. Jadi, lembaga yang memiliki tingkat employee engagement yang tinggi cenderung lebih produktif dibandingkan lembaga dengan employee engagement yang rendah.
Dalam riset Gallup, tingkat employee engagement pekerja secara global di tahun 2025 sebesar 20%. Artinya, hanya 20% pekerja di seluruh dunia yang merasa memiliki ikatan emosi yang kuat dengan pekerjaan, tim, dan tempatnya bekerja. Angka ini merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir.
Khusus di Indonesia, tingkat employee engagement pekerja Indonesia sebesar 27%. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia yang hanya 20%, tapi cukup penting untuk menjadi perhatian para leader yang mengharapkan loyalitas karyawan yang tinggi.
Selain employee engagement, riset Gallup ini juga menyajikan data lain yang menarik. Pekerja Indonesia yang merasa hidup mereka berkembang dengan baik hanya 30%, lebih rendah dari rata-rata global. Di sisi lain, 14% pekerja di Indonesia melaporkan mengalami stress berat, 21% merasa marah, dan 27% memendam kesedihan. Uniknya, 64% pekerja kita masih optimis melihat masa depan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Riset Gallup ini memberikan insight penting bagi para pemimpin organisasi. Para leader perlu memperhatikan kesejahteraan mental timnya, membangun budaya kerja yang lebih baik, dan memberikan kesempatan tim untuk berkembang. Jika hal ini tidak dilakukan, bukan tidak mungkin talenta-talenta terbaik akan keluar dari lembaga. Alasannya, seperti temuan di riset Gallup, 64% karyawan masih optimis bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Employee Engagement di Lembaga Zakat
Di tahun 2022, IMZ pernah membantu mengukur tingkat employee engagement sebuah LAZ tingkat nasional dan menyusun rekomendasi perbaikannya. IMZ mengukur employee engagement dari 7 aspek: kebanggan terhadap lembaga, kepuasan terhadap pekerjaan, reward & recognition, peluang pengembangan, suasana kerja, hubungan dengan atasan, dan kepercayaan terhadap kemampuan dan integritas pimpinan.
Saat itu, saya menemukan bahwa sebagian besar amil memilih bertahan di lembaganya karena faktor kepuasan terhadap pekerjaan dan kesamaan nilai-nilai perjuangan yang diusung lembaga. Tapi di sisi lain, saya menemukan nilai yang rendah pada aspek tingkat kepercayaan terhadap leader, reward & recognition , dan peluang pengembangan diri. Tiga aspek ini bisa menjadi sumber ketidakpuasan dan perginya talenta-talenta terbaik lembaga.
Temuan di satu LAZ ini bisa jadi tidak menggambarkan 722 lembaga zakat di Indonesia. Tapi kita bisa mengambil pelajaran penting, bahwa untuk meningkatkan produktivitas lembaga, kita perlu menjaga aset terpentingnya: Amil. Perlu program yang sungguh-sungguh untuk membuat mereka bertahan untuk berjuang bersama di lembaga kita.
Bagaimana dengan tim Anda?
Jakarta, 180626