• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Zakat Executive Development Program

“Komitmen Membangun Amil Berkualitas”

Jakarta, 28 Januari 2011 Sejak resmi dibuka pada 3 Januari 2011, lebih dari 35 calon amil zakat dilatih dalam Zakat Executive Development Program (ZEDP) yang berlokasi di Gedung Diklat KOPERTAIS Jakarta Selatan. ZEDP adalah program shortcource manajemen zakat yang digagas oleh IMZ yang bertujuan untuk mencetak kader amil profesional yang siap menjalankan program-program strategic pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat.  Ini adalah kali ketiga bergulirnya program kaderisasi serupa yang digawangi oleh Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) bekerjasama dengan Dompet Dhuafa.

Peserta ZEDP berasal dari berbagai daerah yang mendaftar melalui kantor Dompet Dhuafa di Jakarta serta beberapa kantor cabangnya yang tersebar dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat. Dompet Dhuafa adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang memiliki visi bertekad menumbuhkembangkan jiwa dan kemandirian masyarakat yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan. Selama dua bulan, para peserta akan menempuh pelatihan dalam kelas, praktek lapangan manajemen zakat, serta magang. Setelah sebelumnya melewati serangkaian seleksi kapabilitas dan komitmen mereka terhadap dunia zakat.

Sejak ZEDP digulirkan pada  tahun 2007, sebagai lembaga yang concern dalam berbagai program capacity building manajemen zakat serta pemberdayaan masyarakat, IMZ  meyakini bahwa ZEDP mampu menjadi salah satu solusi dalam mengurai permasalahan sosial melalui aktivitas pengelolaan dana ZIS yang dikelola oleh amil professional setelah mereka sebelumnya dilatih secara terencana dan terukur. Melalui langkah-langkah pembuatan pelatihan yang sistematis, mulai dari pendefisian tujuan dan objective hingga ke penetapan cara evaluasi. Pun dalam penyusunan aktivitas pembelajaran di setiap sesi juga mempertimbangkan beberapa kerangka teori seperti konsep adult learning approach, dan learning domain (domain kognitif, afektif, dan psikomotor). Inovasi metode pembelajaran juga dilakukan dengan memberikan porsi yang seimbang antara berbagai metode pembelajaran dan pemilihan jenis metode yang lebih bervariasi, misalnya modified lecture, field trips, groups discussion, role plays, simulations, demonstration, games, dan sebagainya.

Pemateri selama pelatihan berasal dari pegiat zakat berpengalaman seperti Bapak Ahmad Juwaini selaku Direktur Dompet Dhuafa,  Bapak Eri Sudewo praktisi Social Entrepreneur, konsultan manajemen ternama PPM Ibu Ningky Munir serta masih banyak lainnya.  Setiap pekannya, peserta akan dieliminasi secara berkala berdasarkan pencapaian nilai sesuai indikator program yang telah ditentukan melalui wawancara, psikotest, serta focus group discussion. Hingga mencapai jumlah peserta yang memiliki kapabilitas sesuai yang diiinginkan oleh lembaga.  Dengan kata lain, program ini menjadi bukti keseriusan IMZ dalam melibatkan generasi muda terbaik terhadap perkembangan dunia zakat di masa yang akan datang.

]]>