• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

GEDARKAT 10.000 Dicanangkan Zakat merupakan potensi yang sangat besar sebagai salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Hal ini akan tercapai apabila zakat tersebut dikelola secara maksimal, demikian Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik pada acara lounching � Gerakan Sadar Zakat (GEDARKAT) Rp 10 Ribu� yang di gelar Badan Amil Zakat BAZDA)  Kabupaten Sumbawa,di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (2/2). Diakui JM,sapaan Bupati Sumbawa, potensi zakat di Kabupaten Sumbawa sangat besar namun belum dikelola secara maksimal sehingga ke depan melalui kegiatan pencanangan Sadar Zakat ini, berharap zakat mampu ditingkatkan. Di sebutkan JM, jumlah PNS di Kabupaten Sumbawa sekitar 8.000 lebih, jika masing-masing mengeluarkan sebesar Rp10 ribu sebulan, zakat yang akan terkumpul mencapai Rp 80 juta lebih. Ini belum termasuk potensi yang lain. Namun sambungnya, sebesar apapun upaya pemerintah BAZDA dan pihak swasta, membantu masyarakat miskin untuk keluar dari kemiskinannya, jika masyarak miskin tersebut tidak berupaya keluar dari kemiskinan, pemberantasan kemiskinan tidak akan berhasil. Karenanya di perlukan kesadaran dan keikhlasan, agar dengan dukungan pemerintah, BAZDA dan pihak lainnya, masyarakat miskin dapat keluar dari kemiskinan. Kemudian melalui BAZDA, JM berharap pengumpulan zakat dapat di optimalkan sehingga ke depan kemiskinan dapat berantas,bukan hanya miskin secara fisik tetapi juga kemiskinan spiritual dan social. JM juga mengingatkan masyarakat yang belum beruntung (miskin) tidak berputus asa, tetapi harus semangat dan berjuang untuk keluar dari kemiskinan. Demikian halnya kepada masyarakat yang memiliki kelebihan, untuk tidak melupakan hak-hak orang lain dalam hartanya yang harus dikeluarkan. Setelah melaunching � Gerakan Sadar Zakat Rp 10 Ribu� Bupati Sumbawa didampingi Wakil Bupati, Drs H Arasy Muhkan menyerakan bantuan kepada fakir miskin (Mustahiq) untuk tahun 2011 ini sebesar Rp 109 Juta. Sementara itu, ketua Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag dalam laporannya menyatakan bahwa bantuan kepada mustahiq di salurkan dalam berbagai bentuk, diantaranya bantuan langsung (konsumtif) dan bantuan dalam bentuk model usaha produktif yang juga di fokuskan kepada keluarga miskin. Bantuan tersebut jelas Syukri, bersumber dari zakat,infak,dan sadaqah kaum muslimin yang telah berhasil dihimpun BAZDA Kabupaten Sumbawa selama ini. Selain dana konsumtif dan produktif tersebut ujar Syukri, BAZDA juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa SMP dan SMA serta bantuan kesehatan. Untuk di ketahui,tahun 2010 lalu,BAZDA telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 110.174.099 yang di peroleh dari zakat,infaq dan sadaqah. Ia berharap pencanangan Sadar Zakat ini,akan terbangun satu komitmen dan format berfikir bahwa zakat adalah suatu keajiban bagi setiap kaum muslimin yang mencapai syarat nisap bagi harta yang di miliki.selain itu juga sambung Syukri,Bazda juga ingin memperkuat komitmen bahwa zakat adalah salah satu kekeyaan dan keunggulan kaum muslimin yang tidak dapat di abaikan,di samping ingin memperkuat komitmen dan kesadaran bahwa zakat berfungsi sebagai pembersih jiwa dan harta benda orang islam.

Syukri juga berharap dalam pencanangan itu tidak sebatas seremonial tetapi di tindak lanjuti aksi kongkrit dari setiap orang-orang yang memiliki kelebihan harta untuk mulai menyalurkan zakatnya melalui Badan Amil Daerah(BAZDA).�Dari pengamatan kami,selama ini banyak para Muzakkih yang menyalurkan zakat secara pribadi,sekalipun itu tidak salah dan sah adanya,namun akan lebih baik jika penyaluran dilakukan melalui institusi Badan Amil sebagai mana yang di praktekkan Rasulullah SAW,� pinta Syukri

Sumber : Sumbawakab.go.id]]>