• Phone: (021)-7418-607
  • info@imz.or.id
Stay Connected:

Ciputat, 28 Juni 2011

Penerimaan zakat yang dihimpun Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Payakumbuh terhadap PNS dijajaran Pemko Payakumbuh, masih belum maksimal. Dari potensi yang seharusnya Rp300-an juta per bulan, baru mampu dihimpun 0,85% dari yang seharusnya 2,5%. Meski angka zakat terus meningkat setiap bulan, tapi kenaikannya masih belum signifikan. Sekdako H. Irwandi, SH, minta BAZ untuk terus menggali potensi zakat PNS di jajaran seluruh SKPD Payakumbuh.

Ketua BAZ Payakumbuh Muharnis Zul, S.Pd, di Payakumbuh, Minggu (26/6), menginformasikan, dari 6.000-an pegawai dan guru di jajaran Pemko Payakumbuh, seharusnya penerimaan zakat mencatat Rp300-an juta. Tapi, sepanjang 2011, penerimaan rata-rata per bulan baru mencapai Rp105 juta. Rinciannya, bulan Januari Rp80.904. Kemudian, Februari (Rp99.005.000), Maret (Rp121.895.00) April (Rp122.672.000) dan Mei (Rp140.709.000). Penerimaan Juni masih dihimpun BAZ dari semua SKPD, jelas Muharnis. Dari peningkatan positif tiap bulan itu, mudah-mudahan penerimaan zakat akan terus meningkat, katanya. Sekarang ini, per Juni 2011, saldo BAZ di bank, tercatat Rp1.211.478.000. Sekdako Payakumbuh H. Irwandi yang dihubungi secara terpisah, membenarkan, potensi zakat belum maksimal digali BAZ. Karena itu, ia akan mendorong lagi, agar seluruh pimpinan SKPD di jajaran pemko, mengajak pegawai dan guru membayar zakat melalui BAZ. Para pegawai, dikatakan, sudah mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari penerimaan mereka. Tapi, yang disetor ke BAZ masih bervariasi. Di antara pegawai, secara pribadi masih ada yang mengeluarkan kewajibannya kepada keluarga atau tetangga terdekat yang berhak menerima zakat. Membayar zakat lewat BAZ, disebut sekdako, bakal lebih terarah penyalurannya. Dana yang diberikan kepada penerima, diarahkan buat hal-hal yang produktif, guna meningkatkan taraf hidup yang bersangkutan.

Sumber : payakumbuhkota.go.id

]]>